Cara Membuat Modul Ajar Efektif pada Kurikulum Merdeka: Struktur, Contoh, dan Teknik Penyusunan Lengkap
Newandikabm.com-Cara Membuat Modul Ajar Efektif pada Kurikulum Merdeka: Struktur, Contoh, dan Teknik Penyusunan Lengkap-Modul ajar merupakan elemen penting dalam Kurikulum Merdeka karena menjadi panduan utama guru dalam merancang proses pembelajaran. Tidak seperti RPP yang sifatnya lebih administratif, modul ajar dibuat lebih fleksibel, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan belajar peserta didik. Guru memiliki kebebasan penuh untuk mengembangkan isi modul sesuai karakteristik kelas, tingkat kemampuan siswa, dan jenis materi yang diajarkan.
Pada banyak satuan pendidikan terutama madrasah guru masih merasa kesulitan menyusun modul ajar. Masalah yang sering muncul antara lain tidak memahami komponen wajib, bingung menentukan tujuan pembelajaran, serta kurang familiar dengan asesmen formatif dan sumatif. Artikel pilar ini hadir sebagai panduan komprehensif bagi guru MI, MTs, maupun MA untuk membuat modul ajar yang efektif, lengkap, dan mudah diterapkan.
1. Apa itu Modul Ajar?
Modul ajar adalah dokumen pembelajaran yang berisi rencana lengkap mengenai tujuan, kegiatan, asesmen, dan media pembelajaran yang digunakan guru dalam satu atau beberapa pertemuan. Modul ajar dapat digunakan secara fleksibel, tergantung kebutuhan guru.
1.1 Fungsi Modul Ajar
- Sebagai panduan guru dalam mengajar.
- Menjaga konsistensi proses pembelajaran.
- Menjadi bukti administrasi guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
- Memudahkan evaluasi kegiatan mengajar.
- Meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa.
1.2 Perbedaan Modul Ajar dan RPP
2. Komponen Wajib Modul Ajar
Kurikulum Merdeka tidak mengharuskan format tertentu, namun secara umum modul ajar memuat:
2.1 Identitas Modul
Berisi informasi dasar:
- Mata pelajaran
- Fase & kelas
- Alur tujuan pembelajaran
- Tujuan pembelajaran
- Alokasi waktu
2.2 Profil Pelajar Pancasila
Pilih elemen yang muncul dalam pembelajaran, misalnya:
- Beriman dan bertakwa
- Bernalar kritis
- Kreatif
- Gotong royong
2.3 Sarana dan Sumber Belajar
Contoh:
- Buku PAI Kemenag
- Video pembelajaran
- LKPD
- PPT
- Alat peraga
2.4 Pertanyaan Pemantik
Pertanyaan yang mengarahkan rasa ingin tahu siswa.
Contoh:
“Bagaimana hukum jual beli jika salah satu pihak tidak setuju dengan harga?”
2.5 Langkah Pembelajaran
Langkah ini memuat:
- Pembuka
- Inti
- Penutup
Pendekatan bisa PBL, PjBL, diskusi kelompok, demonstrasi, dll.
2.6 Asesmen Formatif dan Sumatif
Dapat berupa:
- Observasi
- Kuis
- Tes akhir bab
- Proyek
2.7 Lampiran
- LKPD
- Bahan bacaan
- Rubrik penilaian
3. Cara Menyusun Modul Ajar yang Efektif
3.1. Tentukan Tujuan Pembelajaran (TP)
TP adalah dasar dari modul ajar. Pastikan TP:
- Jelas
- Terukur
- Relevan dengan CP
- Dapat dicapai dalam waktu yang ditentukan
Contoh TP (Fikih):
“Siswa dapat menjelaskan pengertian zakat fitrah dan menunjukkan contoh perhitungan zakat berdasarkan ketentuan syariah.”
3.2. Susun Pertanyaan Pemantik
Pertanyaan pemantik bertujuan mendorong siswa berpikir kritis.
Contoh:
“Kenapa umat Islam wajib membayar zakat fitrah meskipun sudah melakukan puasa?”
3.3. Tentukan Metode Pembelajaran
Sesuaikan metode dengan karakter kelas:
- PBL untuk kasus nyata
- PjBL untuk tugas kreatif
- Diskusi untuk materi konsep
- Demonstrasi untuk praktik ibadah
3.4. Rancang Langkah Pembelajaran
Langkah pembelajaran idealnya mencerminkan aktivitas:
- Berpusat pada siswa
- Mengembangkan kreativitas
- Menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata
Contoh struktur 3 bagian:
A. Kegiatan Pendahuluan (10–15 menit)
- Apersepsi
- Motivasi
- Penyampaian tujuan
B. Kegiatan Inti (60 menit)
- Diskusi kelompok
- Pengamatan gambar/video
- Studi kasus
- Presentasi
C. Penutup (10 menit)
- Refleksi
- Kesimpulan
- Penugasan
3.5. Siapkan Media dan Sumber
Gunakan media yang variatif:
- PPT
- Canva
- Buku paket
- Video YouTube edukatif
- LKPD format PDF
Semakin kreatif media, semakin mudah siswa memahami materi.
4. Contoh Modul Ajar Lengkap (Ringkas)
Mata Pelajaran: Fikih
Kelas: VII MTs
Materi: Zakat Fitrah
Alokasi Waktu: 2 JP
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu:
- Menjelaskan pengertian zakat fitrah.
- Menyebutkan syarat wajib zakat fitrah.
- Menghitung zakat fitrah berdasarkan standar beras.
B. Profil Pelajar Pancasila
- Beriman dan bertakwa
- Bernalar kritis
C. Pertanyaan Pemantik
“Apa manfaat zakat fitrah bagi masyarakat?”
D. Langkah Pembelajaran
Pendahuluan
- Guru menyapa siswa dan membuka pelajaran.
- Menyampaikan tujuan pembelajaran.
Inti
- Guru memutar video tentang zakat.
- Siswa mencatat poin penting.
- Diskusi kelompok contoh kasus perhitungan zakat.
- Presentasi kelompok.
Penutup
- Refleksi bersama.
- Kuis cepat 5 soal.
E. Asesmen
- Formatif: kuis 5 soal
- Sumatif: tugas perhitungan zakat
F. Media
- PPT
- Video edukasi
- LKPD
5. Teknik Penilaian dalam Modul Ajar
5.1 Asesmen Formatif
Dilakukan saat proses belajar:
- Observasi
- Tanya jawab
- Kuis singkat
- Refleksi
5.2 Asesmen Sumatif
Dilakukan setelah beberapa TP atau satu bab selesai:
- Ulangan akhir
- Projek
- Portofolio
5.3 Kriteria Ketuntasan
Guru bebas menentukan KKM sesuai kemampuan kelas dan standar madrasah.
6. Tips Membuat Modul Ajar Menarik dan Berkualitas
6.1. Gunakan Bahasa Sederhana
Hindari istilah rumit agar siswa lebih mudah mengerti.
6.2. Tambahkan Gambar atau Ilustrasi
Visual membuat modul lebih menarik dan tidak membosankan.
6.3. Tautkan ke Kehidupan Nyata
Contoh:
- Jual beli di pasar
- Perhitungan zakat beras
- Tata cara wudhu di rumah
6.4. Berikan Pilihan Tugas (Diferensiasi Produk)
Tugas dapat berupa:
- Poster
- Cerita pendek
- Presentasi kelompok
- Video pendek
6.5. Tambahkan Rubrik Penilaian
Agar penilaian lebih objektif dan profesional.
6.6. Gunakan Template
Boleh menggunakan:
- Template Kemenag
- Template buatan sendiri
- Template Canva
Kesimpulan
Membuat modul ajar dalam Kurikulum Merdeka sebenarnya sangat fleksibel dan menyenangkan. Guru tidak perlu terpaku pada format tertentu, yang penting memenuhi komponen dasar: tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, media, dan asesmen. Dengan menggunakan media variatif, pertanyaan pemantik yang menarik, serta metode yang sesuai, modul ajar dapat menjadi alat efektif untuk menciptakan pembelajaran aktif dan kreatif.
Guru MI, MTs, dan MA dapat memodifikasi modul ajar sesuai kondisi madrasah masing-masing. Semakin sering membuat modul, semakin mudah guru merancang kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
Demikian pembahasan mengenai Cara Membuat Modul Ajar Efektif pada Kurikulum Merdeka: Struktur, Contoh, dan Teknik Penyusunan Lengkap. Semoga artikel ini dapat membantu Bapak/Ibu guru dalam proses pembuatan modul ajar yang efektif pada Kurikulum Merdeka.
Terima kasih telah mengunjungi Newandikabm.com.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
.png)
Posting Komentar untuk "Cara Membuat Modul Ajar Efektif pada Kurikulum Merdeka: Struktur, Contoh, dan Teknik Penyusunan Lengkap"